Contoh Surat Perjanjian Sewa Tempat Usaha

Ada banyak keuntungan jika kita memilih untuk menyewa kios atau tempat usaha di pasar. Namun, sebelum memutuskan untuk menyewa, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang apa itu surat perjanjian sewa, mengapa perlu membuatnya, kapan waktu yang tepat untuk membuatnya, dimana tempat yang tepat untuk membuatnya, kelebihan dan kekurangan dari menyewa tempat usaha di pasar, serta bagaimana cara membuat surat perjanjian sewa tersebut.

Apa itu Surat Perjanjian Sewa?

Surat perjanjian sewa adalah dokumen yang dibuat sebagai bentuk kesepakatan antara kedua belah pihak untuk menyewakan dan menyewa sebuah kios atau tempat usaha di pasar. Isi dari surat perjanjian ini biasanya berisi informasi tentang data penyewa, data pemilik kios atau tempat usaha tersebut, besarnya harga sewa, lama waktu sewa, serta syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak selama masa sewa berlangsung.

Mengapa Perlu Membuat Surat Perjanjian Sewa?

Ada beberapa alasan mengapa perlu membuat surat perjanjian sewa saat kita ingin menyewa kios atau tempat usaha di pasar. Hal ini dilakukan untuk melindungi hak kita sebagai penyewa dan juga hak pemilik kios atau tempat usaha tersebut. Dengan membuat surat perjanjian sewa, maka kita akan memiliki bukti secara sah bahwa kita telah menyewa kios atau tempat usaha tersebut dari pemiliknya. Selain itu, kita juga akan mengetahui besarnya biaya sewa, lama waktu sewa, serta syarat-syarat yang harus dipenuhi selama masa sewa berlangsung.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membuat Surat Perjanjian Sewa?

Waktu yang tepat untuk membuat surat perjanjian sewa adalah sebelum kita menyewa kios atau tempat usaha tersebut. Dengan melakukan hal ini, maka kita akan memiliki kesepakatan yang jelas dan terukur antara kedua belah pihak. Selain itu, jika kita membuat surat perjanjian sewa sebelum menyewa, maka kita juga akan mengetahui apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi selama masa sewa berlangsung.

Dimana Tempat yang Tepat untuk Membuat Surat Perjanjian Sewa?

Tempat yang tepat untuk membuat surat perjanjian sewa adalah di kantor pemilik kios atau tempat usaha tersebut. Hal ini dilakukan agar kita dapat melakukan pembicaraan secara langsung dengan pemilik tersebut dan mengajukan beberapa pertanyaan seputar syarat-syarat yang harus dipenuhi selama masa sewa berlangsung. Selain itu, kita juga akan mengetahui dengan pasti tentang besarnya biaya sewa yang harus kita bayarkan.

Kelebihan dan Kekurangan dari Menyewa Tempat Usaha di Pasar

Sebelum memutuskan untuk menyewa tempat usaha di pasar, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan dari beberapa jenis tempat usaha di pasar.

1. Kelebihan Menyewa Kios di Pasar

Kelebihan dari menyewa kios di pasar adalah harganya lebih murah jika dibandingkan dengan menyewa tempat usaha di pusat perbelanjaan. Selain itu, lokasi pasar biasanya berada di tengah-tengah kota atau desa, sehingga mudah ditemukan oleh konsumen. Hal ini tentunya akan mempermudah dalam melakukan promosi produk yang kita jual.

2. Kekurangan Menyewa Kios di Pasar

Kekurangan dari menyewa kios di pasar adalah terdapat persaingan yang cukup tinggi antar pedagang. Selain itu, kondisi pasar yang kurang bersih dan teratur bisa membuat konsumen enggan untuk datang dan membeli produk yang kita jual.

3. Kelebihan Menyewa Tempat Usaha di Pusat Perbelanjaan

Kelebihan dari menyewa tempat usaha di pusat perbelanjaan adalah lebih bersih dan teratur jika dibandingkan dengan pasar tradisional. Selain itu, di pusat perbelanjaan kita bisa menemukan konsumen yang lebih banyak dan lebih beragam. Hal ini tentunya akan memudahkan dalam melakukan promosi produk yang kita jual.

4. Kekurangan Menyewa Tempat Usaha di Pusat Perbelanjaan

Kekurangan dari menyewa tempat usaha di pusat perbelanjaan adalah harganya yang lebih mahal jika dibandingkan dengan pasar tradisional. Selain itu, lokasi yang berada di dalam gedung-gedung membuat konsumen terkadang sulit menemukan lokasi kita. Hal ini tentunya akan mempengaruhi dalam penjualan produk yang kita jual.

Bagaimana Cara Membuat Surat Perjanjian Sewa?

Cara membuat surat perjanjian sewa cukup mudah. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:

1. Mengumpulkan Data Pribadi Penyewa dan Pemilik Kios atau Tempat Usaha

Sebelum membuat surat perjanjian sewa, kita harus mengumpulkan data pribadi penyewa dan pemilik kios atau tempat usaha. Hal ini dilakukan agar kita dapat menyertakan data tersebut di dalam surat perjanjian.

2. Menentukan Besarnya Biaya Sewa

Langkah berikutnya adalah menentukan besarnya biaya sewa yang harus dibayarkan oleh penyewa kepada pemilik kios atau tempat usaha. Besarnya biaya sewa ini biasanya sudah disepakati sebelumnya antara kedua belah pihak.

3. Menentukan Lama Waktu Sewa

Setelah menentukan besarnya biaya sewa, langkah selanjutnya adalah menentukan lama waktu sewa. Lama waktu sewa ini bisa berbeda-beda tergantung dari kesepakatan antara penyewa dan juga pemilik kios atau tempat usaha.

4. Menyepakati Syarat-syarat yang Harus Dipenuhi

Selanjutnya adalah menyepakati syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak selama masa sewa berlangsung. Syarat-syarat yang harus dipenuhi ini sudah harus disepakati sebelumnya agar tidak terjadi ketidaknyamanan selama masa sewa berlangsung.

5. Menuliskan Isi Surat Perjanjian Sewa

Setelah semua hal di atas terpenuhi, langkah terakhir adalah menuliskan isi surat perjanjian sewa. Pastikan semua data dan isi surat perjanjian sudah benar dan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

Contoh Surat Perjanjian Sewa Kios di Pasar

Berikut ini adalah contoh surat perjanjian sewa kios di pasar:

Surat Perjanjian Sewa Kios

Yang bertanda tangan di bawah ini:

A. Nama : Rahmat

Alamat : Jl. Setia Budi No 40

Jenis Kelamin : Laki-laki

Pekerjaan : Wiraswasta

B. Nama : Yanti

Alamat : Jl. Pondok Indah No 5

Jenis Kelamin : Perempuan

Pekerjaan : Pemilik Kios

Menyatakan perjanjian sebagai berikut:

1. Penyewa menyewa kios milik Pemilik Kios yang beralamat di Pasar Minggu Timur, Jakarta Selatan, dan akan digunakan selama 1 tahun terhitung mulai tanggal 1 Januari 2022 hingga tanggal 31 Desember 2022.

2. Penyewa bersedia membayar biaya sewa kios sebesar Rp 10 juta per tahun, yang akan dibayar sekaligus pada awal tahun sewa.

3. Pemilik Kios menjamin kios yang disewakan dalam keadaan baik dan siap pakai saat serah terima kunci.

4. Penyewa wajib menjaga dan merawat kios yang disewa dengan baik selama masa sewa berlangsung.

5. Penyewa tidak boleh menjual atau menyewakan kios yang disewa kepada pihak lain, tanpa seizin Pemilik Kios.

6. Setiap perubahan, penghapusan, atau penambahan ketentuan-ketentuan perjanjian ini harus dibuat secara tertulis dan disetujui oleh kedua belah pihak.

Demikian perjanjian sewa kios ini dibuat dengan sebenar-benarnya tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Jakarta, 1 Januari 2022

Penyewa, Pemilik Kios,

(tanda tangan) (tanda tangan)

Kesimpulan

Menyewa kios atau tempat usaha di pasar memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, jika dilakukan secara tepat dan sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat, maka penyewa dapat memanfaatkan tempat tersebut sebagai ladang bisnis yang menguntungkan. Oleh karena itu, sebaiknya sebelum menyewa kios atau tempat usaha di pasar, kita mengetahui terlebih dahulu tentang apa itu surat perjanjian sewa, mengapa perlu membuatnya, kapan waktu yang tepat untuk membuatnya, dimana tempat yang tepat untuk membuatnya, kelebihan dan kekurangan dari menyewa tempat usaha di pasar, serta bagaimana cara membuat surat perjanjian sewa tersebut.

Rizky Pratama

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Contoh Surat Perjanjian Sewa Tempat Usaha yang dipublish pada di website Mapel

Artikel Terkait

Leave a Comment