Formal Group

Formal Group

Formal group adalah sekelompok individu yang terorganisir secara resmi dan sistematis dengan tujuan tertentu. Mereka memiliki struktur organisasi yang jelas, peran yang ditentukan, dan komunikasi yang teratur.

Ciri-ciri formal group antara lain adalah adanya struktur organisasi yang jelas, peran yang ditentukan, serta komunikasi yang teratur. Berikut ciri-ciri lengkapnya:

  1. Sistem pengawasan yang jelas: Kelompok formal memiliki sistem pengawasan yang ketat dan sistem pemberian rewards dan punishment.
  2. Aturan yang ditentukan: Kelompok formal memiliki aturan yang ditentukan dan harus diikuti oleh setiap anggota.
  3. Sifat Resmi: Kelompok formal terdiri dari anggota yang diterima secara resmi dan terikat dengan perjanjian atau kontrak.
  4. Proses Pendaftaran: Kelompok formal memiliki proses pendaftaran atau registrasi yang ketat.
  5. Kontrol yang ketat: Kelompok formal memiliki sistem pengawasan yang ketat dan sistem pemberian rewards dan punishment.
  6. Dokumentasi: Kelompok formal memiliki dokumentasi yang jelas untuk mencatat aktivitas, pertemuan, dan perjanjian.

Tujuan dari formal group ini bervariasi, bisa untuk kepentingan bisnis, organisasi non-profit, atau pemerintahan. Beberapa tujuan umum dari kelompok formal adalah:

  1. Mencapai tujuan bisnis atau ekonomi: kelompok formal dibentuk dalam perusahaan atau organisasi bisnis untuk mencapai tujuan ekonomi seperti meningkatkan pendapatan, meningkatkan efisiensi, dan meningkatkan pasar.
  2. Mencapai tujuan sosial: kelompok formal dibentuk dalam organisasi non-profit atau pemerintahan untuk mencapai tujuan sosial seperti memperbaiki kondisi lingkungan, meningkatkan kualitas hidup, atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  3. Mencapai tujuan politik: kelompok formal dibentuk dalam partai politik atau organisasi politik untuk mencapai tujuan politik seperti menang dalam pemilu, mengubah undang-undang, atau menentukan kebijakan publik.
  4. Mencapai tujuan komunitas: kelompok formal dibentuk dalam komunitas atau organisasi lokal untuk mencapai tujuan komunitas seperti meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan keselamatan, atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Secara umum, tujuan dibentuknya kelompok formal adalah untuk mencapai suatu tujuan yang spesifik dan terorganisir secara efektif dan efisien.

Contoh formal group antara lain adalah perusahaan, sebuah organisasi non-profit, atau sebuah departemen pemerintah. Kelompok formal disebut seperti itu karena ia diorganisir secara resmi dan sistematis dengan tujuan yang jelas, serta memiliki aturan yang ditentukan.

Perbedaan formal group dan informal group adalah dua jenis kelompok yang memiliki perbedaan dalam struktur, tujuan, dan komunikasi.

  1. Struktur: Kelompok formal memiliki struktur yang jelas dan terorganisir, dengan peran yang ditentukan dan sistem hierarki yang jelas. Sedangkan informal group lebih bersifat sosial dan personal, tidak memiliki struktur yang jelas dan tidak memiliki peran yang ditentukan.
  2. Tujuan: Kelompok formal dibentuk dengan tujuan yang jelas dan terorganisir, seperti mencapai tujuan bisnis atau sosial. Sedangkan informal group dibentuk tanpa tujuan yang jelas, hanya bersifat sosial atau untuk bersenang-senang.
  3. Komunikasi: Kelompok formal memiliki sistem komunikasi yang teratur, seperti rapat atau surat. Sedangkan informal group memiliki komunikasi yang lebih informal, seperti percakapan sehari-hari.
  4. Keanggotaan: Kelompok formal biasanya dibentuk secara formal dan memiliki proses pendaftaran atau registrasi yang ketat, sementara informal group dibentuk secara informal, tidak memerlukan proses pendaftaran atau registrasi.
  5. Kontrol: Kelompok formal memiliki sistem pengawasan yang ketat dan sistem pemberian rewards dan punishment. Sedangkan informal group tidak memiliki sistem pengawasan yang ketat dan tidak memiliki sistem pemberian rewards dan punishment.

Kelebihan formal group adalah efisiensi dan efektivitas dalam mencapai tujuan, serta pembagian peran yang jelas. Namun, kekurangan formal group adalah kurangnya interaksi personal dan komunikasi yang lebih informal.

Tugas yang ada di formal group antara lain adalah pembagian peran, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pembagian peran yang jelas dan sistematis dapat membantu dalam mencapai tujuan yang diinginkan, sementara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dapat memastikan bahwa tujuan tersebut dicapai dengan efisien dan efektif.

Selanjutnya, dalam kelompok formal juga terdapat sistem hierarki yang jelas dan terorganisir. Hierarki ini menentukan peran dan tanggung jawab tiap anggota dalam group tersebut. Hal ini membantu dalam pengambilan keputusan dan pembagian tugas yang lebih efektif.

Namun, ada juga kekurangan dari formal group, salah satunya adalah kurangnya fleksibilitas. Karena ada aturan yang ditentukan, kelompok formal kadang kurang dapat merespon perubahan lingkungan dengan cepat. Selain itu, kurangnya interaksi personal dapat menyebabkan kurangnya rasa solidaritas dan kesatuan dalam group. Secara umum, formal group dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang jelas dan terorganisir.

Rizky Pujian Dasa Pratama S.Kom

Saya adalah seorang sarjana komputer yang gemar menulis berbagai macam artikel pendidikan, bisnis, wisata dan teknologi dimana saat ini saya sudah mengelola puluhan website untuk dapat berbagi informasi di internet.

Artikel Terkait