Gaya Pegas

Penjelasan lengkap mengenai gaya pegas mulai dari pengertian, manfaat, rumus, dan contoh soal terbaru agar dapat membuat Anda lebih paham. Setiap hari kita tentu sering menemukan seseorang melakukan berbagai kegiatan yang di dalamnya terdapat gaya. Mungkin kita tidak menyadari akan hal tersebut. Kira-kira apa yang dimaksud dengan gaya pegas? Di bawah ini kami akan menjelaskan secara lengkap dan rincinya.

Pengertian Gaya Pegas

gaya pegas

Gaya pegas adalah gaya tarik yang disebabkan oleh pegas. Anda bisa melihat pada karet yang direnggangkan. Pada karet yang direnggangkan maupun dimampatkan akan menuju ke arah benda yang direnggangkan maupun dimampatkan tersebut.

Penyebab timbulnya gaya ini adalah karena disebabkan oleh sifat lenting atau elastik yang dimiliki oleh pegas atau karet gelang. Sifat elastik merupakan sifat yang dimiliki sebuah benda yang ketika bentuknya diubah lalu dilepaskan, benda tersebut akan kembali ke bentuk semula. Sementara itu, untuk sifat lenting pada karet gelang maupun pegas maka gaya tersebut dinamakan gaya elastik maupun gaya lenting.

Gaya ini akan selalu terjadi pada benda-benda lenting yang bentuknya bisa diubah. Misalnya gaya yang terjadi pada bambu yang dibengkokkan maupun busur panah yang ditarik. Salah satu manfaat adanya gaya ini yaitu untuk membantu dalam mengurangi getaran pada jalan yang memiliki permukaan kasar misalnya pada dokar, mobil, motor, dan lain sebagainya.

Manfaat Gaya Pegas

gaya pegas

Apa saja manfaat dalam kehidupan sehari-hari? Sebenarnya, pegas terdapat pada banyak perkakas yang mungkin belum kita sadari. Di bawah ini kami akan memberikan informasi tentang apa saja manfaat yang diperoleh dengan adanya gaya pegas.

1. Pembuatan Spring Bed

Manfaat yang pertama bisa Anda lihat pada pembuatan spring bed. Spring bed merupakan salah satu jenis kasur yang dinilai sangat empuk dan nyaman. Tidak sedikit orang yang menyadari bahwa spring bed menerapkan suatu gaya. Anda bisa melihat sendiri bahwa di dalam kasur tersebut terdapat banyak konstruksi pegas.

Fungsinya adalah untuk menahan beban yang sangat berat sehingga tetap nyaman digunakan. Ketika Anda duduk atau tidur di atas kasur spring bed, gaya berat akan menekan kasur. Ketika memperoleh tekanan berat tersebut maka pegas kasur akan otomatis dimampatkan. Dengan adanya gaya ini maka kita selalu merasa nyaman dalam duduk atau tidur di kasur spring bed.

2. Shock-Breaker

Manfaat lainnya seperti dalam dunia otomotif sudah tidak asing lagi. Salah satunya bisa Anda lihat pada penggunaan shock-breaker. Semua jenis kendaraan sepertinya wajib memiliki shock-breaker atau yang juga kita sebut shock absorber. Tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan kenyamanan kepada para pengendara selama dia berada di atas kendaraannya tersebut.

Pada saat kendaraan melewati jalan yang berlobang, di sinilah pegas akan bekerja. Pegas tersebut akan meredam setiap guncangan yang ditimbulkan karena melewati jalan berlubang. Dengan begitu, kenyamanan pengendara, pengemudi, maupun penumpang akan tetap terjaga.

Selain untuk shock-breaker, penggunaan gaya pegas juga bisa Anda lihat pada setir mobil. Tujuannya untuk menghindari adanya benturan antara gagang setir dengan pengemudi. Pada saat pengemudi bergerak maju, kolom pada setir akan tertekan sehingga pegas akan memendek dan bergeser miring. Dengan begitu, potensi benturan yang terjadi antara pengemudi dengan gagang setir dapat dihindarkan.

3. Konstruksi Perkakas

Salah satu perkakas yang menerapkan gaya pegas adalah kunci inggris. Alat yang terbuat dari campuran antara besi dan baja ini memang sangat kuat dan tahan lama. Hal ini disebabkan oleh adanya timah yang menyebabkan campuran antara besi dan baja semakin kuat.

4. Menahan Beban

Selain ketiga manfaat gaya tersebut, masih ada manfaat lainnya yang bisa kita dapatkan. Gaya ini ternyata mampu digunakan untuk menahan benda agar tetap bisa bergerak. Contoh yang paling mudah bisa Anda lihat pada standar sepeda maupun sepeda motor.

Keduanya kendaraan tersebut dilengkapi dengan per atau pegas pada standarnya. Dengan begitu, standar tersebut bisa dinaikkan maupun diturunkan tanpa perlu kehilangan momentum sehingga bisa digunakan untuk menahan sepeda maupun sepeda motor kapan saja dan dimana saja.

Baca juga: Gaya Gesek

Rumus Gaya Pegas

Lalu bagaimana dengan rumus gaya pegas? Di tahun 1678, Robert Hooke mengemukan sebuah teori yang berkaitan dengan rumus hitungannya. Teorinya berbunyi “apabila pada sebuah pegas bekerja gaya lentur, maka pegas tersebut akan bertambah panjang dan sebanding dengan besarnya gaya yang sudah diberikan”. Nah, pernyataan inilah yang sekarang kita kenal dengan sebutan Hukum Hooke.

Secara matematis, rumus hukum Hooke adalah sebagai  berikut:

F = k.Δx

Keterangan:
F : Gaya pir atau Gaya Berat atau atau Gaya yg Bekerja pada Pegas
k : Konstanta Pegas
Δx: Pertambahan Panjang

Contoh Gaya Pegas

Di bawah ini kami akan memberikan informasi mengenai contoh penerapannya. Namun sebelum itu, Anda harus menyiapkan beberapa alat dan bahan sebagai berikut:

  • Karet penghapus
  • Karet gelang
  • Kelereng
  • Pegas
  • Penggaris
  • Uang logam

Adapun untuk langkah kerjanya adalah seperti di bawah ini:

  • Pertama, silakan letakkan penggaris di tepi meja. Tekan ujung penggaris menggunakan tangan kiri
  • Kedua, letakkan uang logam pada ujung penggaris dan tekan menggunakan jari tangan kanan sebelah kiri, setelah itu lepaskan
  • Ketiga, silakan mengaitkan karet gelang di jari telunjuk dan juga jari tengah pada tangan sebelah kiri. Kemudian karet penghapus pada karet gelang di antara dua jari. Tarik lalu lepaskan
  • Letakkan sebuah pegas atau pir di lantai dimana ujung A bertumpu pada tembok. Selanjutnya, silakan letakkan kelereng di bagian ujung B dan silakan tekan lalu lepaskan

Contoh Soal Gaya Pegas

Setelah mengetahui informasi seputar contoh penerapan dan informasi lainnya yang juga tidak kalah penting adalah seperti apa contoh soal gaya pegas. Untuk itu, silakan Anda simak baik-baik penjelasan di bawah ini.

1. Contoh Soal 1

Sebuah pegas memerlukan gaya sebesar 4,5 N untuk bisa menempatkannya dari panjang 50 cm menjadi 45 cm. Hitung berapa konstanta pegas k

Diketahui:

  • F = 4,5 N
  • Δx = 50-45= 5 cm

Ditanya: k?

Jawab:

F = k.Δx
4,5 = k. 5
k = 4,5/5
k = 0,9 N/cm = 90 N/m

Jadi, konstanta pegas k sebesar 90 N/m

2. Contoh Soal 2

Terdapat tiga buah pegas yang identik dengan konstanta elastisitas dengan masing-masing 95 N/m yang disusun secara paralel. Tentukan berapa konstanta pegas yang merupakan pengganti dari rangkaian tersebut.

Diketahui:

k1 = k2 = k3 = 95 N/m

Ditanya: kp?

Jawab:

kp = k1 + k2 + k3
kp = 95 + 95 + 95
kp = 255 285 N/m

Demikian informasi yang bisa kami berikan mengenai pengertian, manfaat, rumus, dan beberapa soal yang berkaitan dengan gaya pegas. Ternyata tanpa kita sadari bahwa ada banyak penerapan suatu gaya di sekitar kita.

Kesimpulannya, gaya pir merupakan gaya tarik yang disebabkan oleh pegas atau pir yang memiliki arti tersendiri dari seorang yang bernama Robert Hooke yang pernah mengemukakan pendapat dan pendapatnya menjadi teori. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar