Kerajaan Medang Kamulan

Kerajaan Medang Kamulan adalah kekuasaan yang pernah berada di Jawa Timur, dimana keberadaannya untuk melanjutkan kerajaan Mataram Lama. Adapun Mataram Lama berlokasi di Jawa Tengah di tahun 929 Masehi. Sebutan Medang ini sebenarnya hanyalah nama lain dari Mataram, sedangkan Kamulan memiliki arti mula atau awal. Jadi, untuk namanya memang sudah jelas bahwa kerajaan ini ada karena sebelumnya sudah ada Mataram.

Apakah Anda adalah salah satu penduduk Jawa Timur? Namun belum mengetahui sejarah tentang Kerajaan Medang Kamulan? Pastikan Anda sebagai penduduk Jawa Timur mengetahui apa saja yang terjadi di zaman dahulu. Terdapat beberapa hal yang harus diketahui tentang kerajaan ini, yuk disimak penjelasan mengenai perjalanan Medang Kamulan berikut.

Peninggalan Kerajaan Medang Kamulan

Sebenarnya, jika kita berbicara soal peninggalan Kerajaan Medang Kamulan pasti langsung menuju ke prasasti. Tapi, yang akan dijelaskan pada poin ini adalah candi-candi yang memiliki cerita di balik perjalanan Medang Kamulan. Beberapa candi peninggalan yang dimaksud adalah Candi Kalasan atau biasanya juga disebut dengan Kalibening. Meskipun bercorak Buddha, candi ini sesungguhnya penggabungan antara Hindu dengan Budha.

Peninggalan selanjutnya adalah Candi Plaosan yang bentuknya kompleks alias menjadi satu. Kemudian, ada juga Candi Sari dengan memiliki ukiran relief pada dinding-dindingnya. Jadi dilihat dari beberapa peninggalan yang sudah disebutkan ini ternyata masing-masing memiliki khas. Dengan demikian, semua orang akan mudah menghafalkannya.

Sebenarnya, masih ada dua candi lagi yang harus Anda ketahui, yaitu Candi Sambisari dan Prambanan. Tapi keduanya pasti sudah dikenal oleh semua orang sehingga meskipun tidak dijelaskan secara mendetail Anda tetap bisa mengetahuinya. Jadi, jika ditotal terdapat lima peninggalan berbentuk candi yang bisa dikunjungi oleh masyarakat luas.

Semua peninggalan itu berlokasi di Jawa Tengah, meskipun daerah kekuasaan sampai di Malang, Jawa Timur. Tapi, sayangnya hingga saat ini masih belum diketahui apakah ada peninggalan dari Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur. Jika ternyata benar tidak ada, berarti memang kerajaan tersebut lebih sering menjalankan pemerintahannya di Jawa bagian Tengah seperti yang saat ini menjadi Yogyakarta.

Sejarah Kerajaan Medang Kamulan

Mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia sudah tahu bahwa sejarah Kerajaan Medang Kamulan yang ada di Jawa ini bermula dari kerajaan Mataram. Pada saat berjalannya masa pemerintahan, perpindahan kekuasaan politik pun terjadi. Dimana sebelumnya berada di Jawa Tengah harus berpindah ke Jawa Timur. Perpindahan ini dikarenakan terjadinya letusan Gunung Merapi sehingga membuat kondisi kerajaan tidak begitu aman.

Adanya pergeseran peta kekuasaan membuat beberapa aspek kehidupan berubah secara drastis. Terutama pada bidang pendidikan di Pulau Jawa yang membuat kondisi harus kembali distabilkan seperti semula. Meskipun tidak mudah, tapi beberapa tokoh dibaliknya tetap berjuang untuk menormalkan kondisi

Akhirnya, situasi kerajaan bisa diatasi dan perjalanan kehidupan pun terus dilanjutkan. Sampai suatu saat terjadi masalah bertubi-tubi yang membuat Kerajaan Medang Kamulan ini secara perlahan mengalami kehancuran dan runtuh.

Baca Juga : Kerajaan Pajang

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Medang Kamulan

Faktor paling pertama penyebab runtuhnya Kerajaan Medang Kamulan dimulai ketika masa pemerintahan Raja Wijayawarman, anak kedua dari Airlangga. Bagaimana bisa memicu keruntuhan? Bermula dari putri pertama Airlangga yang tiba-tiba memutuskan untuk menjadi seorang petapa dengan nama Resi Gentayu.

Karena salah satu menjadi petapa, akhirnya Medang Kamulan ini memutuskan untuk memecah menjadi dua kekuasaan. Yaitu Janggala dengan Kediri dimana tujuannya untuk menghindari terjadinya perang saudara. Secara otomatis Kerajaan Medang Kamulan sudah tidak ada lagi.

Sebenarnya, tidak ada permasalahan yang berarti kecuali menghindari peperangan tersebut. Bagaimanapun saat itu mereka mencari jalan keluar bersama bagaimana agar tidak sampai terjadi masalah yang merugikan pihak manapun. Karena, jika sampai terjadi perang maka semua pihak akan hancur dan resikonya terjadi dendam yang tidak kunjung usai.

Masa Kejayaan Kerajaan Medang Kamulan

Semua orang pasti sudah mengetahui bahwa masa kejayaan Kerajaan Medang Kamulan berada di bawah kepemimpinan Raja Airlangga. Perjalanannya waktu it dituliskan pada salah satu kitab bernama Arjunawiwaha hasil tulisan Mpu Karwa. Selain di kitab tersebut, tidak ada penjelasan secara mendetail soal kejayaan yang dicapai oleh kerajaan ini.

Pastinya, pada saat kepemimpinan Raja Airlangga semua kehidupan bisa diatur dengan baik. Mulai dari perekonomian, politik hingga sosial semua berjalan dengan baik. Bahkan, hampir tidak ada masalah sedikit pun baik pengaruh dari luar maupun dari dalam. Itulah yang diinginkan oleh setiap kerajaan.

Pandainya dari kerajaan ini adalah sebelum mengukir sejarah yang kurang baik, mereka memutuskan untuk memisahkan diri menjadi dua. Dengan jalan seperti itu, mereka dianggap runtuh namun dengan cara yang baik. Tentu saja ini semua tidak menjadi masalah karena memang hal tersebut lebih baik dibandingkan sampai benar-benar terjadi perang saudara.

Tak heran jika memang dalam sejarah kerajaan satu ini tidak begitu diperbincangkan. Berbeda dengan beberapa kerajaan lainya yang memiliki banyak peristiwa perang sehingga selalu terlihat menonjol dalam sejarah.

Silsilah Kerajaan Medang Kamulan

Tahukah Anda jika silsilah Kerajaan Medang Kamulan yang tertulis dalam sejarah hanya tiga periode. Hal tersebut karena, putra Airlangga hanya memerintah sebentar dan kemudian membuat kerajaan sendiri. Mulai dari raja pertama yang sekaligus pendiri Medang Kamulan adalah Mpu Sindok. Pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan nama tersebut karena memang terbilang sangat populer.

Beliau adalah sosok pendiri dan raja pertama sehingga Medang Kamulan sempat berkuasa di wilayah bagian Jawa. Masa pemerintahannya cukup lama, yaitu sekitar 20 tahun yang saat itu dibantu dengan permaisurinya bernama Sri Wardhani Pu Kbih. Semenjak jadi seorang raja, Mpu Sindok memiliki gelar Sri Maharaja raka I Hino Sri Isyana Wikrama Dharmatunggadewa.

Setelah masa pemerintahannya berakhir, kerajaan pun dipimpin oleh Dharmawangsa Teguh yaitu cucu dari Mpu Sindok. Semenjak Dharma Teguh ini memimpin, dirinnya bertekad untuk terus meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Terdapat beberapa usaha yang dilakukan, diantaranya adalah meningkatkan kualitas sistem pertanian dan perdagangan,

Karena usahanya itu, secara otomatis penduduk di wilayah kekuasaannya merasa terpenuhi atas segala kebutuhannya.  Kemudian, kepemimpinan langsung dilanjutkan oleh Raja Airlangga yang merupakan putra dari Raja Bali yang menikah dengan saudari Dharmawangsa. Sama dengan raja-raja sebelumnya, Airlangga tetap berusaha untuk meningkatkan kerajaan agar terus berkembang dan dalam kondisi baik-baik saja.

Letak Kerajaan Medang Kamulan

Semua orang pasti sudah mengetahui bahwa letak Kerajaan Medang Kamulan berada di Jawa. Tapi, yang dimaksudkan ada di Jawa bagian mana? Perlu diketahui bahwa sebenarnya wilayah kekuasaan pusat berada di Jawa Tengah. Namun luasnya bisa mencapai Malang, Jawa Timur. Satu hal yang harus Anda ketahui adalah wilayah kekuasaan kerajaan ini sangat strategis. Dengan demikian, perekonomian dan perdagangan di Medang Kamulan bisa berjalan dengan baik. Itulah mengapa semua penduduk bisa hidup makmur.

Posisi wilayah yang strategis dapat membuat kerajaan semakin berkembang. Bahkan, mulai dari berdiri hingga masa runtuh pun meski berganti periode kondisi penduduk tetap dalam keadaan makmur. Tidak ada masalah sampai penduduk merasa kekurangan pada saat itu karena memang perekonomian dapat berjalan dengan baik. Pastinya dengan diiringi politik dan sosial yang juga diatur dengan baik.

Kehidupan Sosial dan Politik Kerajaan Medang Kamulan

Dalam sejarah tentu dijelaskan bagaimana kehidupan kerajaan jika dilihat dari berbagai aspek. Salah satunya adalah kehidupan sosial dan politik Kerajaan Medang Kamulan yang dilihat secara garis besar mengalami kemajuan. Dimana kehidupan sosialnya terjalin dengan baik dengan penduduk dalam wilayah maupun hubungan antara Medang Kamulan dengan kerajaan lainnya.

Dalam sejarah pun sama sekali tidak ada jejak bahwa Kerajaan Medang Kamulan memiliki konflik dengan siapapun. Hal ini tentu membuat nama kekuasaan satu ini memiliki citra yang baik sejak mulai berdiri hingga runtuhnya kekuasaan. Sedangkan untuk kehidupan politik, sebenarnya masih sama dengan sosial. Yaitu sama-sama baik dimana pemimpinnya secara turun-temurun masih memiliki garis kekeluargaan.

Dengan demikian, setiap raja yang berposisi menjadi pemimpin selalu bisa menjalankan pemerintahan dengan baik. Mereka mengetahui apa saja yang perlu dilakukan untuk penduduknya dan kerajaan agar tidak ada masalah yang terjadi. Dari kehati-hatiannya dalam memimpin, alhasil hingga runtuh pun peperangan dapat dihindari dengan baik. Ditambah lagi, diujung berdirinya kerajaan ini perang yang hampir terjadi adalah hubungan antara saudara.

Sistem Pemerintahan Kerajaan Medang Kamulan

Sistem pemerintahan Kerajaan Medang Kamulan dipimpin oleh raja-raja yang masih memiliki ikatan saudara.Pemrintahannya memang selalu mengutamakan kepentingan rakyat dibandingkan orang-orang yang memiliki posisi dalam kekuasaan itu. Artinya, semua keputusan dalam pemerintahan dapat dijalankan dengan baik dan menghindari resiko hingga yang paling kecil.

Sistem pemerintahan yang dijalankan memang terlalu pendek, tapi bukan berarti perjalanan dalam kerajaan tidak berjalan dengan baik. Beberapa orang masih beranggapan bahwa tidak adanya Kerajaan Medang Kamulan ini dikarenakan adanya perpecahan. Memang ada perpecahan, tapi bukan maksud pecahnya itu berujung masalah.

Disinilah letak banyak orang yang salah menafsirkan. Hal seperti ini bisa terjadi karena memang biasanya dari beberapa sumber memberikan informasi berbeda-beda. Beberapa orang ada yang menganggap bahwa memang kerajaan ini mengalami kehancuran sehingga tidak bertahan lama. Tapi ada juga yang sudah mengetahui bahwa menghindari masalah adalah faktor utama kerajaan ini berakhir.

Prasasti Kerajaan Medang Kamulan

Terdapat beberapa prasasti Kerajaan Medang Kamulan yang bisa dijadikan bukti bahwa zaman dahulu memang ada kerajaan ini. Prasasti itu pun bisa dijadikan peninggalan yang tersisa hingga saat ini. Jika Anda belum mengetahui apa saja peninggalan tersebut, mari kita bahas satu per satu.

Pertama, ada prasasti Tangeran yang isinya menjelaskan bahwa saat itu Mpu Sindok memerintah kerajaan bersama Sri Wardhani selaku permaisurinya. Kemudian, dilanjutkan dengan prasasti kedua yang diberi nama Bangil. Di dalam peninggalan ini, dituliskan bahwa pada masa kepemimpinan Mpu Sindok mulailah pembangunan candi yang tujuannya sebagai tempat istirahat mertuanya.

Memang candi tersebut sengaja dibuat khusus untuk Rakyan Bawang agar bisa istrahat dengan tenang. Candi ini hingga sekarang pun masih ada dan masih bisa dikunjungi oleh masyarakat Indonesia. Prasasti yang ketiga adalah Prasasti Lor yang letaknya ada di dekat wilayah Nganjuk. Dalam peninggalan tersebut berisi bahwa Mpu Sindok kembali membangun candi dengan nama Jayamrata dan Jayamstambho (tugu kemenangan). Tepatnya, posisi candi ini ada di Desa Anyok Lodang. Barangkali Anda ingin pergi ke wilayah Nganjuk bisa mampir untuk mengingat sejarah di desa tersebut.

Kemudian untuk prasasti yang terakhir ada Kalkuta, dimana isinya adalah peristiwa kehancuran istana milik Dharmawangsa. Pada kehancuran tersebut, ternyata memuat silsilah raja lainnya yang pernah memimpin di Kerajaan Medang Kamulan.

Raja Kerajaan Medang Kamulan

Jika disebutkan, raja Kerajaan Medang Kamulan yang pernah memegang kekuasaan untuk memimpin ada tiga. Mulai dari Mpu Sindok hingga Airlangga yang memang sudah tercatat di dalam sejarah. Tapi sebenarnya, setelah Airlangga masih ada lagi yang memimpin sebelum terjadi perpecahan.

Tiga raja tersebut sebenarnya sempat tertulis dalam kerajaan-kerajaan lainnya sehingga sebagian besar orang sudah mengenal dengan baik nama-nama yang tercantum. Misalnya Mpu Sindok yang memang sudah populer di beberapa wilayah lainnya. Anda tidak perlu bingung untuk urutan dari raja yang bertahta. Pertama Mpu Sindok selaku pendiri kerajaan, kemudian dilanjutkan oleh Dharmawangsa dan terakhir Airlangga.

Bisa dibilang silsilah dari kerajaan ini paling simpel dibandingkan yang lainnya. Oleh karena itu, mustahil jika Anda harus melewatkan nama Medang Kamulan di dalam sejarah. Meskipun semua hal tentang kekuasaan ini tidak memiliki kisah yang terlalu panjang, tapi setidaknya apa yang baik dari perjalanan kerajaan bisa dijadikan motivasi.

Motivasi untuk apa? Menjalankan pemerintahan saat ini. Sedangkan hal-hal buruk yang terjadi baik dari kerajaan ini maupun lainnya juga harus diketahui agar tidak sampai terulang kembali di masa sekarang hingga mendatang.

Makalah Kerajaan Medang Kamulan

Hingga saat ini, semakin banyak orang yang menyusun makalah Kerajaan Medang Kamulan. Hal tersebut seimbang dengan banyaknya orang yang membutuhkan informasi mengenai sejarah kekuasaan ini. Dalam makalah tersebut pasti dicantumkan peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi di Kerajaan Medang Kamulan. Dengan begitu, masyarakat Indonesia bisa mengetahui apa saja yang menyebabkan keruntuhan kekuasaan ini.

Selain itu, kelengkapan makalah yang lain untuk memperjelas sejarah adalah peninggalan yang bisa dilihat saat ini. Dokumentasi tersebut biasanya berupa gambar dengan dilengkapi penjelasan mengenai peninggalan yang didokumentasikan pada makalah tersebut. Meskipun penjelasan pada makalah biasanya tidak terlalu panjang, tapi poin-poin penting tetap tersampaikan kepada pembaca. Bahkan, semua tanggal penting pun pasti dicantumkan pada makalah tersebut.

Mungkin jika Anda memiliki keinginan untuk membuat makalah yang lebih lengkap dari lainnya, maka Anda harus mengumpulkan semua data penting dari berbagai sumber. Misalnya melalui sejarawan yang sudah bisa dibilang ahli dan mengetahui semua kejadian di masa lampau.

Itulah beberapa penjelasan yang berkaitan dengan Kerajaan Medang Kamulan sebagai salah satu penguasa di Indonesia masa lalu. Pentingnya mempelajari sejarah hingga saat ini bisa dilihat dari pengetahuan yang masih diajarkan di semua tingkat pendidikan. Baik SD maupun SMA pasti masih menerima mata pelajaran yang membahas tentang kejadian-kejadian di masa lampau.

Selain Medang Kamulan, masih banyak lagi kerajaan yang sempat menguasai beberapa wilayah di Indonesia. Pastinya sedikit banyak Anda harus mengetahui apa saja sih kesultanan atau kerajaan yang pernah menguasai suatu wilayah? Nah, semua itu bisa Anda dapatkan langsung dari sejarawan, artikel, atau makalah.Jadi, untuk zaman sekarang tidak ada alasan tidak mengetahui sejarah.

Tinggalkan komentar