Potongan Bpjs Tk

BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan adalah dua program jaminan sosial yang diadakan oleh pemerintah Indonesia. Meski keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan perlindungan dan jaminan dalam hal kesehatan dan ketenagakerjaan, namun kedua program ini memiliki perbedaan mendasar.

Potongan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan

Potongan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan

BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan merupakan program jaminan sosial bagi pekerja yang diadakan oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2014. Program ini memberikan jaminan sosial dalam hal ketenagakerjaan, seperti jaminan pensiun, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan kematian dan jaminan pembebasan dari iuran BPJS ketenagakerjaan.

Apa itu BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan adalah program jaminan sosial yang memberikan perlindungan dalam hal ketenagakerjaan bagi pekerja di Indonesia. Program ini memberikan banyak manfaat bagi pekerja, seperti jaminan pensiun, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan jaminan kematian.

Mengapa Menggunakan BPJS Ketenagakerjaan

Menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah suatu hal yang penting bagi pekerja di Indonesia karena program ini memberikan perlindungan dalam hal ketenagakerjaan. Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, pekerja akan mendapatkan jaminan pensiun, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua dan jaminan kematian. Selain itu, peserta juga mendapatkan manfaat lain seperti keringanan iuran untuk peserta miskin dan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Kapan Mulai Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Mulai September 2015, setiap pekerja formal di Indonesia wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Namun, bagi pekerja informal atau pekerja yang tidak memiliki pekerjaan tetap, peserta BPJS Ketenagakerjaan bersifat sukarela.

Dimana Memperoleh Layanan BPJS Ketenagakerjaan

Peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat memperoleh layanan atau informasi yang berkaitan dengan BPJS Ketenagakerjaan di kantor cabang atau sistem online BPJS Ketenagakerjaan.

Kelebihan BPJS Ketenagakerjaan

Program BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat dalam hal perlindungan dan jaminan sosial bagi pekerja formal di Indonesia. Peserta BPJS Ketenagakerjaan akan mendapatkan jaminan pensiun, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan kematian, keringanan iuran dan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Kekurangan BPJS Ketenagakerjaan

Salah satu kekurangan dari BPJS Ketenagakerjaan adalah terbatasnya manfaat yang didapat oleh peserta. Manfaat yang didapat oleh peserta terbatas pada jaminan pensiun, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan jaminan kematian. Selain itu, pelayanan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan masih dinilai kurang memuaskan oleh beberapa peserta.

Bagaimana Cara Mendaftar BPJS Ketenagakerjaan

Untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, peserta harus datang ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan yang terdekat dengan tempat mereka bekerja. Peserta harus membawa fotokopi KTP, nomor NPWP, nomor rekening bank, dan surat keterangan kerja dari perusahaan tempat mereka bekerja. Selain itu, peserta juga harus membayar iuran yang ditentukan oleh BPJS Ketenagakerjaan setiap bulannya.

BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan adalah program jaminan sosial bagi masyarakat yang diadakan oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2014. Program ini memberikan jaminan sosial dalam hal kesehatan, seperti jaminan pelayanan kesehatan, jaminan obat-obatan, jaminan persalinan, jaminan rawat inap, dan jaminan pembebasan dari iuran BPJS Kesehatan.

Apa itu BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan adalah program jaminan sosial yang memberikan jaminan sosial dalam hal kesehatan bagi masyarakat di Indonesia. Program ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, seperti jaminan pelayanan kesehatan, jaminan obat-obatan, jaminan persalinan, jaminan rawat inap, dan jaminan pembebasan dari iuran BPJS Kesehatan.

Mengapa Menggunakan BPJS Kesehatan

Menjadi peserta BPJS Kesehatan adalah suatu hal yang penting bagi masyarakat Indonesia karena program ini memberikan perlindungan dalam hal kesehatan. Dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan, masyarakat akan mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan, jaminan obat-obatan, jaminan persalinan, dan jaminan rawat inap. Selain itu, peserta juga mendapatkan manfaat lain seperti keringanan iuran untuk peserta miskin.

Kapan Mulai Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Semua warga negara Indonesia dan penduduk asing yang tinggal di Indonesia selama enam bulan atau lebih diwajibkan menjadi peserta BPJS Kesehatan. Mulai Januari 2019, semua penduduk Indonesia yang memiliki KTP wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Dimana Memperoleh Layanan BPJS Kesehatan

Peserta BPJS Kesehatan dapat memperoleh layanan atau informasi yang berkaitan dengan BPJS Kesehatan di kantor cabang atau sistem online BPJS Kesehatan.

Kelebihan BPJS Kesehatan

Program BPJS Kesehatan memberikan manfaat dalam hal perlindungan dan jaminan sosial bagi masyarakat Indonesia. Peserta BPJS Kesehatan akan mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan, jaminan obat-obatan, jaminan persalinan, jaminan rawat inap, dan keringanan iuran. Selain itu, peserta juga dapat memperoleh pelayanan kesehatan dari fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Kekurangan BPJS Kesehatan

Salah satu kekurangan dari BPJS Kesehatan adalah kurangnya ketersediaan fasilitas kesehatan yang berkualitas dan memadai. Selain itu, pelayanan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan masih dinilai kurang memuaskan oleh beberapa peserta.

Bagaimana Cara Mendaftar BPJS Kesehatan

Untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, peserta harus datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan yang terdekat dengan tempat tinggal atau tempat bekerja mereka. Peserta harus membawa fotokopi KTP dan surat keterangan domisili. Selain itu, peserta juga harus membayar iuran yang ditentukan oleh BPJS Kesehatan setiap bulannya.

Contoh Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan

Contoh Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan

Berikut adalah contoh perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan:

Contoh 1:

Gaji Pokok : Rp 5.000.000
Iuran Jaminan Pensiun : Rp 350.000 (7% dari gaji pokok)
Iuran Jaminan Hari Tua: Rp 250.000 (5% dari gaji pokok)
Iuran Jaminan Kematian: Rp 5.000 (0,1% dari gaji pokok)
Total iuran : Rp 605.000

Contoh 2:

Gaji Pokok : Rp 10.000.000
Iuran Jaminan Pensiun : Rp 700.000 (7% dari gaji pokok)
Iuran Jaminan Hari Tua: Rp 500.000 (5% dari gaji pokok)
Iuran Jaminan Kematian: Rp 10.000 (0,1% dari gaji pokok)
Total iuran : Rp 1.210.000

Perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan berbeda-beda tergantung pada gaji pokok yang diterima oleh pekerja. Semakin besar gaji pokok yang diterima, maka semakin besar juga iuran yang harus dibayarkan oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Rizky Pratama

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Potongan Bpjs Tk yang dipublish pada di website Mapel

Artikel Terkait

Leave a Comment