Siklus Hidrologi

Penjelasan lengkap apa itu siklus hidrologi pendek, sedang, dan panjang mulai dari pengertian, proses, jenis-jenis, dan urutan siklusnya. Bagi kita semua, air merupakan sumber kehidupan. Nah, air sendiri berasal dari bumi yang mengalami sirkulasi atau perputaran dan hal tersebut dikatakan dengan siklus hidrologi.

Lalu, apa yang dimaksud dengan siklus hidrologi atau daur air itu? Penjelasan tentang pengertian, jenis – jenis, proses dan urutan beserta gambar siklus tersebut akan dibahas secara detail dalam materi Ilmu Pengetahuan Alam berikut ini.

Pengertian Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi adalah tahapan – tahapan yang terjadi di dalam lingkungan perairan (seperti laut, danau, sungai, tanah, dan atmosfer). Siklus ini akan terus berkelanjutan hingga membuat ketersediaan air di dalam bumi tidak pernah habis.

Urutan-urutan siklus hidrologi dalam prosesnya, dimana air dari atmosfer turun ke bumi berbentuk hujan dan juga salju akan kembali lagi ke atmosfer tersebut berulang kali dan secara terus – menerus.

Siklus air atau hidrologi tersebut memiliki bentuk ilustrasi seperti berikut ini.

Gambar Siklus Hidrologi
Gambar Siklus Hidrologi

Jika urutan siklus dijabarkan berdasarkan gambar siklus hidrologi tersebut, tahapan pertama yang terjadi adalah :

  • Terjadi penguapan atau evaporasi dari permukaan air ke atmosfer.
  • Air berbentuk gas akan menjadi bentuk seperti awan.
  • Awan turun kembali ke bumi sebagai hujan air, salju, maupun hujan es.
  • Air yang turun tersebut akan meresap ke dalam tanah.
  • Air muncul ke permukaan (sungai, danau, maupun lautan).

Nah, itulah siklus hidrologi yang tergambar secara sederhana. Lalu, untuk lebih jelasnya, proses atau tahapan – tahapan siklus tersebut akan dibahas dalam paragraf berikutnya. Yuk, terus pelajari dan simak penjelasannya dengan cermat.

Proses Siklus Hidrologi

1. Evaporasi

Seperti penjelasannya sebelumnya, urutan pertama yaitu evaporasi atau disebut juga penguapan.

  • Penguapan dari permukaan air bergantung pada suhu air dan juga udara.
  • Suhu air mempengaruhi laju penguapan.
  • Suhu udara mempengaruhi kecepatan perpindahan uap ke atmosfer.
  • Proses penguapan terjadi karena adanya perubahan molekul zat cair menjadi gas.
  • Proses evaporasi terjadi melalui panas matahari yang menyinari tanah, sungai, dan juga laut dan menyebabkan air menjadi menguap ke atmosfer.

2. Transpirasi

Proses kedua ini merupakan proses penguapan yang terjadi pada hewan dan juga tumbuh – tumbuhan.

  • Hewan mengalami penguapan saat mengkonsumsi air, lalu melakukan pernapasan yang dapat menghasilkan uap air.
  • Tumbuh – tumbuhan yang menyerap air melalui akarnya untuk proses fotosintesis dapat mengeluarkan uap air melalui stomata.
  • Beberapa faktor yang mempengaruhi proses penguapan transpirasi ini ada suhu, angin, kelembaban udara dan juga tanah, serta jenis tanaman.

Wah, ternyata tidak hanya air itu sendiri yang mengalami penguapan secara langsung, akan tetapi beberapa makhluk hidup juga teman – teman.

3. Evapotranspirasi

Proses ini adalah proses penguapan yang terjadi pada permukaan bumi, dan merupakan gabungan dari proses pertama yaitu evaporasi dengan proses kedua transpirasi.

Adapun faktor – faktor yang dapat menyebabkan terjadinya evapotranspirasi adalah :

  • Peningkatan suhu dan panas matahari, serta pergerakan arah angin dapat mempengaruhi pertambahan laju penguapan pada proses ini.
  • Sedangkan kelembaban yang meningkat dapat mengurangi lajunya.

4. Sublimasi

Sublimasi adalah proses perubahan dari es menjadi sebuah uap air tanpa adanya perubahan menjadi zat cair terlebih dahulu. Proses ke – 4 ini biasa terjadi pada daerah yang memiliki banyak lapisan es, seperti kutub utara dan juga kutub selatan.

5. Kondensasi

Perubahan uap air menjadi cairan adalah proses kondensasi. Tahapan ini terjadi karena :

  • Uap air naik menuju ke atmosfer.
  • Terjadi perubahan menjadi partikel titik – titik air.
  • Partikel titik – titik tersebut menjadi awan.
  • Awan menjadi semakin tebal dan menjadi hitam jika semakin banyak partikel titik – titik air tersebut.

6. Adveksi

Adveksi merupakan sebuah proses perpindahan pada awan. Awan yang sudah terbentuk dalam proses ke – 5 sebelumnya akan berpindah dan menyebar ke lain tempat, misalnya dari lautan menuju ke daratan.

Faktor yang menyebabkan terjadi perpindahan tersebut adalah pergerakan dari angin dan juga tekanan pada udara.

7. Presipitasi

Tahapan selanjutnya setelah adveksi adalah presipitasi. Tahapan ini merupakan peristiwa turunnya hujan akibat suhu udara.

Semakin rendah suhu udara, maka bisa menjadi hujan es maupun hujan salju yang berada pada titik di bawah 00 C.

8. Run off

Proses run off merupakan aliran air yang berada di atas permukaan tanah akibat hujan lebih cepat dari pada penyerapan pada tanah. Proses run off seperti berikut ini :

  • Pergerakan air hujan yang berada di dataran tinggi menuju ke dataran rendah.
  • Pergerakan tersebut menuju ke reservoir bumi seperti danaui, sungai, laut, maupun tempat saluran air yang lain.

Pada tahapan ke – 8 ini akan menimbulkan erosi jika kuantitas dan laju run off sangat tinggi. Pada proses ini, hasil hidrologi kembali ke hidrosfer.

9. Infiltrasi

Pada proses infiltrasi, air tidak langsung menuju ke danau, sungai, maupun lautan, akan tetapi air menuju ke pori – pori tanah dan menjadi air tanah.

Gaya gravitasi menjadi faktor yang mempengaruhi terjadinya infiltrasi, karena daat mengisi kelembaban tanah dalam pembentukan air tanah.

Tahapan terakhir dari siklus air atau proses siklus hidrologi ini akan membuat air kembali ke proses awal yaitu evaporasi, dan seterusnya siklus ini akan berlangsung secara berulang kali.

Berdasarkan urutan proses dan tahapan – tahapannya, siklus air memiliki beberapa jenis siklus yang akan dijelaskan secara detail dalam paragraf berikutnya.

Baca juga: Siklus Krebs – Skema, Diagram, Bagan, Tahapan, Proses, dan Hasil Siklus

Jenis-Jenis Siklus Hidrologi

Terdapat 3 jenis siklus hidrologi, yaitu :

1. Siklus Hidrologi Pendek

Siklus hidrologi pendek atau siklus kecil merupakan siklus yang memiliki tahapan – tahapan paling sederhana.

Perhatikan gambar siklus pendek berikut ini!

Gambar Siklus Hidrologi Pendek
Gambar Siklus Hidrologi Pendek
  • Panas matahari pada laut menyebabkan air laut menguap, kemudian terjadi perubahan uap air.
  • Uap air akan masuk pada proses kondensasi dan terbentuklah awan.
  • Awan yang mencapai titik jenuh akan membuat hujan di permukaan laut.

Jadi, siklus kecil ini terjadi di daerah laut atau evaporasi di wilayah lautan. Sedangkan kondensasinya karena penurunan suhu pada perbedaan ketinggian (setiap naik 100 m, suhu udara turun sampai titik 0,50 C).

Siklus kecil tidak melalui proses adveksi, akan tetapi terjadi proses presipitasi yang menyebabkan hujan turun dan jatuh ke permukaan laut.

2. Siklus Hidrologi Sedang

Tahapan atau proses yang tidak pendek atau juga tidak panjang terjadi pada jenis siklus hidrologi sedang. Siklus sedang biasa terjadi di Indonesia. Tahapan – tahapan siklus hidrologi sedang terjadi karena proses berikut ini :

  • Hasil proses evaporasi terjadi karena gabungan uap air dari reservoir lain dengan maklu hidup.
  • Terjadi proses kondensasi dan adveksi yang menyebabkan penguapan terbawa angin hingga menuju ke daratan.
  • Kemudian pada proses presipitasi menyebabkan turunnya hujan ke daratan.

Air hujan yang turun tersebut akan mengalami proses run off, lalu bergerak melalui jalur air, kemudian akan kembali ke daerah lautan dengan proses infiltrasi.

Proses siklus hidrologi sedang terjadi seperti ilustrasi di bawah ini.

Gambar Siklus Hidrologi Sedang
Gambar Siklus Hidrologi Sedang

3. Siklus Hidrologi Panjang

Ilustrasi dari siklus hidrologi panjang dapat terlihat pada gambar berikut.

Gambar Siklus Hidrologi Panjang
Gambar Siklus Hidrologi Panjang

Berdasarkan ilustrasi di atas, siklus air biasa terjadi pada daerah yang memiliki 4 musim, yaitu musim panas, dingin, gugur, dan juga musim semi. Awan yang terbentuk dalam siklus panjang berawal dari salju, dan glester, baru kemudian akan membentuk air hujan.

Tahapan – tahapan dari siklus panjang yaitu :

  • Evaporasi pada penguapan air laut karena sinar matahari.
  • Uap air akan mengalami sublimasi.
  • Terjadi kondenasasi yang menyebabkan uap air tersebut akan membentuk awan yang memiliki kandungan kristal es.
  • Awan tersebut akan bergerak menuju daratan karena terbawa oleh angin, dan menyebabkan terjadinya proses adveksi.
  • Turunnya hujan dalam bentuk salju dalam proses presipitasi.
  • Salju terakumulasi membentuk glester.
  • Glester tersebut akan menjadi air dan terjadi proses run off yang mengalir ke permukaan tanah menuju ke sungai.
  • Air akan mengalir ke daerah sungai dan kemudian diteruskan ke arah lautan.

Jadi, kesimpulannya adalah siklus hidrologi ini juga termasuk siklus air yang menunjukkan siklus atau tahapan yang terjadi pada daerah perairan. Proses siklus akan terjadi secara berulang kali dan terjadi terus – menerus mulai dari adanya penguapan air sampai dengan proses infiltrasi.

Tinggalkan komentar